Topic: II. Preface
Alhamdulillah 33X
Skripsi ini kupersembahkan,
Yang pertama untuk Mama
Yang kedua untuk Mama
Yang ketiga untuk Mama
Terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:
Mama yang telah memberiku kehidupan
dan bersusah payah tanpa lelah membesarkanku,
Papi, Yulia, dan Firman yang senantiasa membantu berproses diri…
Iwi, kekasih tercinta, pasangan jiwaku
yang senantiasa memijarkan semarak oksigen kehidupanku…
“Special thanks” kepada:
Prof. Sulistyo Basuki, PhD. atas segala arahan, bimbingan, dan toleransinya selama proses penulisan skripsi…
Ibu Siti Sumarningsih, M.Lib. dan Ir.Anon Mirmani, MIM.Arc./Rec. yang telah memberikan banyak kemudahan selama aku menjadi mahasiswa…
Ibu Irma Utari Aditirto, M.Lib. yang telah meletakan dasar-dasar signifikan di awal-awal pembelajaran mengenai Ilmu Perpustakaan…
Kawan-kawan JIP 2000, Wayan yang telah membantu dalam pengumpulan data.
Eko, yang telah membantu peminjaman tesis. Oday, yang membantu penyampaian draft akhir ke para pembaca. Juga Kepada Barnard, Agus, Febri, Irhamni, Kiki, Mumuh, Ratna, Dini, Kadek, Asrina, Ingga, fatma, Nani, Nova, Desta, Regina. Terima kasih atas doa dan dukungan, serta kenangan-kenangan yang tak terlupakan di masa-masa perkuliahan…
Kevin P. Mulcahy di Rutgers State University of New Jersey, USA dan Ibu Bida Cahyono di PKBB, Unika Atmajaya yang telah meluangkan waktu dan pikiran di sela-sela kesibukannya untuk menjadi evaluator dalam penelitian…
Raymond Jude di Management Information and Support Department, The British Library yang telah mengirimkan “paket” literatur conspectus. Antonio Ramirez di Customer Support Department, OCLC yang telah meluangkan waktu untuk men-scan dan mengirimkan manual conspectus sebagai panduan penelitian…
Staf Perpustakaan Jurusan, Pak Wakino, Pak Daksina, Mba Meti, Hamdah dan
Pak Naspudin yang banyak membantu suplai kebutuhan dan fasilitas perkuliahan...
Seluruh staf pengajar dan sahabat di Bimbingan Belajar Nurul Fikri, yang telah memotivasi hingga memberikan titik balik ketika aku nyaris larut dalam kekalahan,
serta kerja sama yang baik selama aku mengajar…
Kawan-kawan di HMI Komisariat Sastra UI da Suara Mahasiswa UI, atas pengalaman organisasi dan suasana “dialektis” yang sangat berkesan...
Rekan-rekan di The Ridep Institute, Mbak Lita, Mbak Opie, Pak Karno, Pak Yun, Yoga, Andy, Djarot, Ija, dan Kosim, yang senantiasa mendukung proses kreatif sekaligus memperkenalkan atmosfir kerja yang penuh tantangan dalam sebuah tim…
Steve Askew dan Charles Pollard, atas kepercayaannya untuk mensponsori biaya perkuliahanku, juga tak lupa Ibu Sri Lienau, Sri Banun, Mba Rosa, Mrs. Mizue Hara, serta teman-teman di Yayasan Goodwill International…Semoga doktrin “future leader”, “pluralism”, dan “community service” yang senantiasa dihembuskan akan tetap bergema dalam hati ini…
Rekan-rekan kerja di PT Lyman Investindo khususnya, Legal Corporate Department,
Ibu Jenty, Rubby, Mbak Siti, Moeliana, dan Imelda yang selalu menyemangati. Rekan-rekan di
Corporate Secretary Department, Mas Adji, Pak Suwardi, Adhit, dan Pak Tommy yang
banyak memberikan solusi atas tekanan-tekanan yang dihadapi, serta Pak Indradi
yang telah mendidik segala hal tentang disiplin, kerja keras, dan loyalitas…
Kepada mereka yang telah membentuk karakterku…
Friedrich Nietzsche yang telah
mengisi jiwaku dengan vitalitas kehidupan tanpa jeda
serta mengarahkanku dalam berpikir taktis dan pragmatis
ketika ada hasrat untuk menguasai...
Sigmund Freud telah yang menjejakkan ke dalam hatiku
arti sebuah kedewasaan dan totalitas independensi
sebagai syarat untuk memenangkan kompetisi kehidupan...
Sydney Sheldon yang telah banyak menceritakan indahnya kemenangan
serta memperlihatkan cara-cara bagaimana rasa adil bisa didapatkan
dalam dunia yang penuh intrik dan rekayasa…
Descartes, Marx, dan Wittgenstein, para pemikir yang amat kukagumi,
atas ide-idenya tentang rasionalitas, nilai-nilai kemanusiaaan, dan pemahaman mengenai konstruksi realitas. Ide-ide yang sangat mempengaruhi perkembangan mental dan pikiranku dalam memandang manusia dan kehidupan…
Terima kasih untuk semua pihak, yang hadir dan menjadi bagian dalam proses perkembangan diriku yang telah dan tetap terus berjalan sampai aku memahami siapa dan seperti apa aku yang sesungguhnya...
“Videmus nunc per speculum in enigmate, tunc autem facie ad faciem, nunc cognosso ex parte, tunc autem cognoscam, sicut et cognitus sum”
Karena sekarang kita melihat suatu gambaran yang samar dalam cermin, kemudian kita akan melihat muka dengan muka. Aku hanya mengenal gambaran itu dengan tidak sempurna, tetapi pelan-pelan aku akan mengenalnya dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal...
Posted by Wishnu Hardi, S.Hum.
at 9:13 AM
Updated: Saturday, 7 January 2006 10:06 AM