Topic: V. Methodology
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Tipe Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan tipe penelitian deskriptif, yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti. Penelitian deskriptif mempunyai ciri-ciri (1) berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat itu, (2) menguraikan satu variabel saja atau beberapa variabel namun diuraikan satu persatu, dan (3) variabel yang diteliti tidak dimanipulasi atau tidak ada perlakuan (Kountur, 2003: 105-106). Tujuan utama digunakannya metode ini adalah untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan dan untuk memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu (Sevilla et al., 1993: 71).
Menurut Faisal penelitian deskriptif disebut juga penelitian taksonomi (taxonomic research) yang dimaksudkan untuk mengeksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomema atau kenyataan sosial dengan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang akan diteliti. Jenis penelitian ini tidak sampai mempersoalkan jalinan hubungan antarvariabel dan tidak juga dimaksudkan untuk menarik generalisasi yang menjelaskan
variabel-variabel anteseden penyebab kenyataan sosial (Faisal, 1998:20). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan suatu pendekatan yang memungkinkan peneliti memahami suatu gejala dengan lebih mendalam dan lebih terperinci tanpa dihambat oleh batasan-batasan variabel yang akan mampu mempengaruhi kedalaman, keterbukaan dan kerincian informasi yang diperoleh dari subyek (Strauss, 1987: 11).
Menurut Hall (1985) pengukuran koleksi pada perpustakaan perguruan tinggi lebih tepat dilakukan secara kualitatif (hlm.9). Pengukuran secara kualitatif akan menjelaskan perihal “manfaat” (usefulness) koleksi bagi perguruan tinggi (Credaro, 2001). Koleksi perpustakaan berperan penting dalam mendukung kurikulum pada perguruan tinggi yang bersangkutan (ALA, 1990).
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakan teknik penilaian terhadap koleksi (collection-based technique) dengan metode conspectus. Metode conspectus dipilih dengan alasan:
1. Penjabaran subjek dalam conspectus yang mengacu pada skema klasifikasi LC dan DDC dapat memberikan deskripsi singkat mengenai keadaan koleksi.
2. Koleksi aktual dan pola pengoleksian bahan literatur dapat digambarkan melalui indikator-indikator yang memungkinkan perbandingan secara langsung.
3. Metode ini dapat memberikan peta kekuatan dan kelemahan koleksi secara langsung melalui penjabaran subjek disiplin ilmu yang diteliti beserta indikator aras yang menyertainya sebagai informasi keadaan aktual koleksi.
4. Metode ini juga dapat menggambarkan koleksi inti (core collection) dari perpustakaan. Penjabaran disiplin ilmu dalam penjabaran subjek kerangka kerja conspectus sangat tepat diterapkan pada perpustakaan perguruan tinggi karena lebih sesuai dengan keadaan koleksi perpustakaan (University of Wyoming, 2004).
Metode conspectus yang diterapkan mengacu pada Western Library Network (WLN) Conspectus Manual 4th yang dikelola oleh OCLC. Dengan mengacu pada WLN Collection Assessment Manual 4th, maka tahap-tahap evaluasi koleksi dengan menggunakan metode conspectus adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan dan persiapan untuk penilaian.
2. Menguji koleksi berdasarkan tiap-tiap subjek.
3. Mencatat data yang dikumpulkan yang meliputi deskripsi penting atau karakteristik unik dari koleksi untuk tiap area subjek, termasuk jumlah judul.
4. Menganalisis data yang dikumpulkan untuk menentukan aras (level) koleksi dan akuisisi.
5. Memberikan penilaian masing-masing subjek dengan tingkatan numerik untuk menentukan aras koleksi (collection level).
6. Memberikan penilaian masing-masing subjek dengan tingkatan numerik untuk menentukan aras akuisisi (acquisition level).
7. Memberikan penilaian masing-masing subjek dengan tingkatan numerik untuk menentukan aras tujuan koleksi (collection goal).
8. Memberikan kode bahasa untuk area subjek yang tidak menggunakan Bahasa Inggris.
9. Mencatat rating tersebut dan memberikan komentar pada lembar kerja conspectus.
10. Membuat laporan hasil penilaian untuk mendeskripsikan kekuatan dan kelemahan koleksi dan membuat keputusan manajemen koleksi.
11. Memasukan informasi tersebut ke dalam sistem pangkalan data perpustakaan.
Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi untuk setiap fase penelitian dengan tidak mengubah urutan logis metode yang dijadikan acuan. Modifikasi ini dilakukan oleh karena adanya pembatasan subjek khusus untuk bidang Lingusitik seperti yang telah ditentukan sebelumnya, pembatasan jenis koleksi yang akan dievaluasi yaitu buku dan tidak termasuk koleksi referen, jurnal, serta sumber informasi elektronik, pengetahuan mengenai metode ini oleh evaluator luar (outside evaluator), keterbatasan waktu, serta kapasitas peneliti atas hasil penilaian yang telah dianalisis.
3.2 Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian adalah Perpustakaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, sedangkan objek penelitian adalah bahan literatur bidang Linguistik yang berbentuk buku.
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah koleksi buku Perpustakaan FIB UI bidang Linguistik yang pada skema klasifikasi Dewey berada pada kelas 410-419.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik penarikan secara acak proporsional (Proportionate Stratified Random Sampling). Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2001:59). Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan Tabel Krejcie, di mana untuk populasi 665 judul buku koleksi Linguistik, maka sampel yang diambil berjumlah 248 dengan berdasarkan tingkat konfidensi 95% dan tingkat kesalahan sebesar 5% terhadap populasi.
Tabel 3.1
Komposisi Pengambilan Sampel
Kelas Perhitungan pengambilan sampel per subkelas Sampel untuk tiap kelas
410 268/665 X 248 100
411 17/665 X 248 6
412 61/665 X 248 23
413 10/665 X 248 4
414 72/665 X 248 27
415 81/665 X 248 30
416 (Not Assigned)
417 9/665 X 248 4
418 94/665 X 248 35
419 51/665 X 248 19
Total 248
3.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. “Cara” menunjuk pada sesuatu yang abstrak yang tidak dapat ditunjukan secara kasat mata tetapi hanya dapat diperlihatkan penggunaannya (Arikunto, 1995:134).
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat data bibliografis koleksi buku bidang Linguistik, antara lain judul, pengarang, tahun terbit, penerbit, dan nomor kelas di Perpustakaan FIB UI. Untuk mencegah adanya kesalahan pengambilan sampel buku oleh karena sedang dipinjam atau hilang, maka pengecekan juga dilakukan pada bagian sirkulasi untuk memastikan keberadaan buku. Cara ini dilakukan karena perpustakaan belum memiliki sistem terotomasi yang dapat mencatat data sirkulasi buku secara otomatis.
Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1. Survai
Sebelum survai dilakukan, penulis mencari standar yang akan dijadikan pedoman untuk menentukan judul yang seharusnya dimiliki perpustakaan serta mempelajari standar-standar conspectus yang pernah dilakukan di perpustakaan lain. Tahapan-tahapan survai itu sendiri adalah sebagi berikut:
a. Mendatangi Perpustakaan FIB UI dan mencatat bahan literatur bidang lingusitik umum yang berdasarkan klasifikasi Dewey berada pada kelas 410-419 yang kemudian membaginya ke dalam subkelas 410, 411, 412,...,419 serta melakukan pengamatan berapa banyak judul standar yang dimiliki oleh perpustakaan.
b. Mengambil sampel koleksi bidang Linguistik. Setelah jumlah setiap subkelas diketahui, kemudian ditentukan interval setiap buku dengan rumus:
Tabel 3.2
Kelas Interval Pengambilan Sampel
Bahan Literatur Subjek Linguistik
Kelas Penghitungan Interval Hasil Interval yang Diperoleh
410 268/100 3
411 17/6 3
412 61/23 3
413 10/4 2
414 72/27 3
415 81/30 3
416 (Not Assigned) - -
417 9/4 2
418 94/35 3
419 51/19 3
c. Melakukan verifikasi sampel yang diperoleh dengan data yang ada di rak termasuk melakukan pengecekan apakah urutan buku yang menjadi sampel berada di rak. Jika tidak ada, maka data buku diperoleh dari kartu buku yang tersimpan pada bagian sirkulasi. Namun, apabila buku tersebut ternyata hilang, maka penentuan sampel dilakukan pada urutan berikutnya.
d. Menyusun data koleksi buku bidang Linguistik berdasarkan subkelas dengan menggunakan klasifikasi Dewey. Alasan penggunaan skema klasifikasi ini adalah karena perpustakaan FIB menggunakan klasifikasi Dewey dalam pembagian kelas koleksi. Selain itu, klasifikasi ini banyak diterapkan di berbagai perpustakaan.
e. Menyusun hasil dari pencocokan data.
2. Observasi Lapangan
Observasi dilakukan untuk memperkuat data yang telah diperoleh melalui survai serta bertujuan untuk memberikan gambaran utuh dan menyeluruh terhadap koleksi Perpustakaan FIB UI bidang Linguistik. Observasi juga dilakukan ke bagian akademik fakultas untuk memperoleh data jumlah mahasiswa aktual untuk program diploma, sarjana, pascasarjana, dan doktoral. Dalam WLN Collection Assessment Manual (1992) dijelaskan bahwa program pendidikan yang ditawarkan serta keadaan pengguna merupakan elemen yang terkait langsung dengan koleksi. Observasi langsung ke lapangan dilakukan pada Bulan Januari hingga Februari 2005 di Perpustakaan FIB UI.
3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian diperlukan sebagai alat untuk memperoleh data. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji koleksi bidang Linguistik di Perpustakaan FIB dengan metode conspectus, maka instrumen dalam penelitian ini adalah penjelasan mengenai conspectus itu sendiri serta lembar kerja sebagai penerapan dari conspectus. Profil conspectus dijadikan instrumen penelitian oleh karena metode ini belum cukup dikenal secara umum, sehingga penulis merasa perlu menyajikan profil conspectus agar tidak terjadi kesalahan dalam pengumpulan data.
1. Conspectus Profile yang berisi penjelasan tentang conspectus dan bagaimana cara menerapkan sebagai alat evaluasi untuk mengukur intensitas koleksi buku.
2. Lembar kerja conspectus yang berisi daftar judul, kategori subjek, tahun terbit, penerbit yang akan akan ditentukan arasnya oleh evaluator.
3. Surat Pengantar dari Program Studi.
3.6 Teknik Pengolahan Data
Setelah data yang diperlukan diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut dengan urutan sebagai berikut:
1. Memberikan lembar kerja conspectus yang telah dibuat kepada evaluator untuk diberikan penilaian mengenai aras koleksi aktual dan aras koleksi yang diharapkan dengan kisaran indikator 0 sampai 5. Penentuan aras conspectus di Perpustakaan FIB dilakukan oleh evaluator yang berasal dari luar perpustakaan FIB (outside evaluator) yang berjumlah tiga orang dengan komposisi dua orang pustakawan yang memiliki keahlian di bidang Linguistik dan satu orang staf pengajar Linguistik.
2. Membuat persentase pendistribusian koleksi bidang Linguistik.
3. Membuat peta kekuatan dan kelemahan koleksi dengan menyajikan rincian jumlah aras pada masing-masing subjek dan proporsi cakupan kronologis.
4. Menganalisis hasil penilaian conspectus koleksi Linguistik Perpustakaan FIB dengan dukungan komentar dari evaluator dan studi literatur yang membahas kekuatan dan kelemahan koleksi subjek bidang Linguistik, cakupan kronologis, analisis bahasa, dan komentar evaluator.
Posted by Wishnu Hardi, S.Hum.
at 4:23 PM