Topic: VII. Resume
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan metode conspectus untuk analisis kekuatan dan kelemahan koleksi untuk subjek Linguistik memiliki keterbatasan-keterbatasan. Hal ini disebabkan oleh karena belum adanya kebijakan pengembangan koleksi secara tertulis, ketiadaan bahan-bahan literatur pendukung yang lengkap, serta tidak adanya ahli subjek Linguistik di Perpustakaan FIB.
2. Secara umum, kelengkapan dan kedalaman koleksi koleksi Linguistik berada pada aras minimal dan belum mampu untuk mendukung program pendidikan yang ditawarkan serta kegiatan penelitian lebih lanjut. Perpustakaan harus melakukan evaluasi koleksi secara berkala sesuai dengan tingkat perkembangan perpustakaan itu sendiri dan menaikan aras koleksi secara bertahap.
3. Kekuatan koleksi subjek lingustik berada pada kelas 410 (teori Linguistik) dan kelas 418 (Linguistik terapan). Koleksi 410 dan 418 merupakan subjek yang menjadi inti koleksi perpustakaan. Namun, demikian kekuatan koleksi masih berada pada level 2b yang masih jauh dari aras yang diharapkan oleh evaluator yakni 5F, terkait dengan status, jumlah mahasiswa, dan program pendidikan yang ditawarkan.
4. Penilaian terhadap kekuatan koleksi yang dilakukan oleh evaluator pada kenyataannya sangat dipengaruhi oleh variasi judul-judul dalam subjek Linguistik yang tersedia. Dan variasi judul hanya bisa dimungkinkan bila secara kuantitas jumlah koleksi yang ada cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari persentase distribusi subjek untuk kelas 410 (41.5%) dan 418 (14.9%) yang berada pada aras 2b.
5. Analisis bahasa pada subjek Linguistik memperlihatkan bahwa mayoritas koleksi untuk tiap kelas memiliki indikator E yang berarti bahan literatur berbahasa Inggris mendominasi, sedangkan koleksi dalam bahasa lain hanya tersedia sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Indikator bahasa F hanya ditemukan pada satu kelas yakni 418, yang berarti bahan literatur yang bukan berbahasa Inggris tersedia secara terseleksi untuk melengkapi bahan literatur berbahasa Inggris.
6. Cakupan kronologis pada subjek Linguistik bisa dikatakan kurang relevan dengan kebutuhan informasi yang mutakhir. Terbitan tahun 70-an mendominasi koleksi dengan persentase sebesar 31%, terbitan tahun 90-an 22%, dan terbitan tahun 80-an sekitar 13%. Pada koleksi juga masih ditemukan koleksi yang memiliki tahun terbit di bawah tahun 1950. Sementara itu, jumlah terbitan mutakhir (5 tahun terakhir) hanya mencapai 3%.
6.2 Saran
Setelah memperoleh data hasil penelitian dan mempelajari hasil kesimpulan, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Manajemen perpustakaan dipandang perlu untuk membuat kebijakan pengembangan koleksi secara tertulis agar kegiatan pengolahan koleksi dapat berjalan lebih terarah menuju terbentuknya koleksi inti perpustakaan subjek Linguistik yang dapat kebutuhan informasi aktual sivitas akademika.
2. Dalam kegiatan pengadaan koleksi, perpustakaan perlu melibatkan spesialis subjek. Spesialis subjek diperlukan untuk mengurangi subjektivitas staf perpustakaan dalam memutuskan mana koleksi yang akan dibeli. Dengan demikian, diharapkan keterbatasan dana tidak menjadi hambatan dalam peningkatan kualitas koleksi perpustakaan.
3. Perpustakaan perlu memaksimalkan penggunaan alat seleksi untuk subjek Linguistik yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang pada tingkat nasional atau internasional agar rencana pengadaan koleksi perpustakaan tidak bersifat lokal dan jangka pendek. Penggunaan standar-standar koleksi Linguistik yang dikeluarkan oleh institusi yang berwenang atau penerapan benchmarking pada perpustakaan perguruan tinggi lain untuk subjek sejenis dapat meningkatkan daya saing perpustakaan pada tingkat nasional dan internasional.
4. Penelitian lanjutan dapat dilakukan mengenai metode conspectus dapat dilakukan untuk memetakan kekuatan dan kelemahan untuk subjek-subjek yang lebih luas lagi sehingga tercipta standar conspectus Perpustakaan FIB. Penelitian yang lebih jauh lagi dapat diarahkan pada standar conspectus sebagai dasar pertimbangan kerja sama Perpustakaan FIB dengan perpustakaan lain untuk subjek-subjek yang sejenis.
Posted by Wishnu Hardi, S.Hum.
at 3:52 PM